Kisah Om Angger

Om Angger datang untuk Anda. dapatkan renungan, sharing-sharing menarik, opini dan brita-brita dari lingkungan seputar saya

Mengenai Saya

Foto saya
Ga' rugi Kamu kenal ama aku, cowo kece dengan perut tambun yang doyan fotografi dan cinematografi(bisa-bisa kamu jadi model foto atau bintang filmku). Dulu aku sempet juga ikut seminarium Symphoni Orkestra pegang timpani, juga terdaftar sebagai dewan pendiri koran Seminari(Jendela) sebagai fotografer. Sampe sekarang masih terdaftar sebagai calon IMAM. maunya......
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan


Sebanyak 15 orang calon wartawan Kompas belajar Bahasa Indonesia di ruang diklat Kompas Senin (26/11). Materi ini diberikan karena Bahasa Indonesia merupakan bekal dasar bagi seorang wartawan Kompas. Tim dari Univerisitas Indonesia ini mendampingi kelimabelas calon wartawan lewat materi dan latihan-latihan.
Materi hari itu diberikan oleh dua pengajar, Maria Sally Pattinasaraney dan Anwari. Sebagai pembicara pertama, Maria memberikan materi tentang fungsi, ragam dan laras bahasa serta sedikit dasar mengenai jenis-jenis tulisan. Sedangkan pada sore harinya, anwari lebih menitik beratkan pada jenis tulisan diskripsi.
Dalam materinya, wanita lulusan ilmu lingustik Jerman di salah satu universitas Jerman, itu mengatakan bahwa bahasa memiliki fungsi sebagai ekspresi, integrasi dan adaptasi sosial, kontrol sosial serta komunikasi. Ia menambahkan bahwa bahasa memiliki penakanan pada aspek komunikatif. “Hal itu sedikit banyak akan mempengaruhi kepada siapa kita menyampaikan bahasa kita” lanjutnya.
Ragam sendiri menurut Maria ialah variasi bahasa berdasarkan pemakaian bahasa. Ragam dibedakan menjadi dua, ragam berdasarkan situasi pemakaiannya dan ragam berdasarkan media penggunaanya. Menurut situasi pemakaiannya ragam dibedakan lagi menjadi tiga, formal, semiformal dan nonformal. Sedangkan menurut media penggunaannya ragam dibagai menjadi dua, ragam tulis dan ragam lesan. Kedua hal tersebut masih lagi dibagi lagi masing-masing menjadi tiga, berdasarkan aspek formal, semiformal dan nonformalnya.
Dalam materi laras bahasa, maria menjelaskan bahwa laras bahasa lebih banyak membahas mengenai kesesuaian antara bahasa dan mediumnya. Dalam materi ini ia mulai banyak menggunakan contoh-contoh sebagai sarana penyampaian materi.
Dalam materinya yang terakhir hari itu, Maria juga menjelaskan mengenai ragam jurnalistik. “Surat kabar hanya memiliki ragam tulis. Penyampaian berita dilakukan dengan mengandaikan bahwa penulis menjelaskan kepada pembaca. Ragam surat kabar biasanya menggunakan ragam semiformal” jelasnya.
Ia juga memaparkan bahwa berita sendiri merupakan kumpulan dari paragraf dan paragraf merupakan kumpulan dari kalimat. Dari jenisnya, tulisan-tulisan yang ada dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, narasi, deskripsi dan eksposisi. Jenis tulisan tersebut menjadi alat dalam menentukan laras sebuah berita. Lebih lanjut ia menjelaskan  “Laras berita atau biasa disebut laras jurnalistik bisa kita lihat dari tulisan-tulisan yang biasa kita baca di media cetak, ada laras hard news, soft news dan feature.”
Pada sesi sore, kelimabelas calon wartawan tersebut dibimbing oleh Anwari. Dalam materinya tentang jenis tulisan deskirpsi. Anwari menekankan bahwa dalam tulisan deskripsi kata-kata sifat sebisa mungkin diminimalisir. Tak hanya itu ia juga menjelaskan bahwa “80% hidup manusia dipenuhi oleh asumsi. Oleh karena itu deskirpsi yang jelas membantu manusia dalam membayangkan apa yang mungkin sekarang tidak nampak di depannya.”
Away, begitu anwari biasa dipanggil, banyak menjelaskan materinya lewat latihan mendeskripsikan sesama calon wartawan. Latihan yang dilakukan langsung mendapat koreksi sesaat setelah deskripsi dari masing-masing calon wartawan selesai dikerjakan. Suasana perkuliahan yang hangat dan tidak membosankan ini akhirnya berakhir pukul 21.30.

Mungkin benar kata Charil Anwar... Aku adalah Binatang Jalang... tak sekedar manusia jalang..

Tak ubahnya seekor anjing.. aku hanya diberi makan.. lalu ditinggal oleh "majikanku". Bagi majikanku.. memenuhi kebutuhanku itu sudah lebih dari cukup... pagi.. siang.. malam.. cukup diberi makan... butuh apa lagi? mainan? tempat tinggal? oh majikanku yg baik selalu memberiku itu...

Majikanku nampak baik memang... tapi sekali lagi.. aku hanyalah seekor anjing... aku ada dalam kadang... aku dirantai... aku selalu berada di belakang majikanku... mengikuti kemana tarikan rantai itu pergi.. aku tak bisa memilih jalan sendiri...

Majikanku banyak berharap dariku... berharap menjaga rumahnya.. menjaga harta yg ia banggakan... Aku juga anjing yg ia banggakan.. karena aku anjing dari Ras kelas atas.. tak terlalu atas memang... tapi aku bukanlah anjing kampung... tak jarang ia memamerkan anjing kebanggaannya ini kehadapan teman-temannya... memarkan kehebatanku.. untuk kebangganyanya... untuk prestige-nya... bukan prestige-ku... karena itu ia sangat berharap padaku.. si anjing ras...

bahkan untuk urusan biadab kawin mawin pun majikanku yg mengatur... aku dikawinkan pada musim kawin... dikawinkan dengan anjing pilihannya... aku anjing ras.. baginya tak pantas anjing ras tak pantas kawin dengan anjing kampung...

Benar kata Chairil Anwar... Aku adalah kumpulan dari yang terbuang... di rumah majikanku hanya akulah yang tak bersuara... aku hanya bisa menggonggong... dan aku terbuang di sini... selama rantai itu masih melingkar aku selalu ada di belakang majikanku...

Majikanku sangat cinta padaku... ia takut kehilangan aku... oleh karena itu aku selalu dirantai.. dan ditambatkan pada idealismenya... kadang aku berontak... aku hanya bisa kaing-kaing... yg hanya berbalas dengan triakan majikanku "Diam!! Huussyy Diam!! Sit.. Sit!! Duduk!! Masuk Kandang!!"

Anjingkah aku yang tak bisa bersuara?
Anjingkah aku yang selalu ada di belakang rantai?
Anjingkah aku yang berjalan sesuai dengan tarikan majikanku?
Anjingkah aku yang tak diijinkan kawin dengan pilihanku? 

Aku ingin lepas dari rantai itu... aku ingin menunjukan bahwa aku bukanlah Anjing... aku SINGA yang mampu menerkam mimpi, asa, cita dan cintaku... aku mampu meraung... Aku tak pantas tinggal di kandang... Aku adalah Raja Hutan, penguasa Rimba... yang bebas memilih hewan mana yang akan aku hamili... yang bebas menerkam apa saja kapan saja... aku ingin berlarian di hutan.. di depan komplotan singa hutan lainnya...


Tolong tuan... lepaskan rantai itu dari tambatan Idealismemu yg mengikat leherku... jangan biarkan aku mati sebagai anjing ras yang selalu ada di bawah selangkanganmu... ucapku dalam kaing-kaing kebisuan



Salam, Doa, dan Cinta

dari Anjing yang Malang

Published too on Kompasiana 
http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2012/10/23/anjingkah-aku/503025/




Malam Pembukaan Cross Culture
Taman Surya tampak lebih semarak pada weekend lalu (7-8/7). Ajang tahunan ini berhasil membuat pekan terakhir libur sekolah menjadi lebih meriah. Kemeriahan ini merupakan bagian dari rangkaian Cross Culture Festival 2012. Cross Culture festival tahun ini sendiri merupakan peringatan 15 tahun hubungan 'Sister City' antara Surabaya dengan Kochi (Jepang). Rangkaian acara yang berlangsung dari 7-11 Juli ini dibuka dengan pemukulan bedug oleh Walikota Surabaya, Ibu Risma didampingi Konjen Jepang dan beberapa perwakilan negara yang turut serta. Pada Upacara pembukaan ini seluruh hadirin yang hadir disuguhi beraneka ragam tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Tarian-tarian Krido Nganyut, Piring Bajambah, Mban Edreg dibawakan dengan indah oleh para pengisi acara yang didominasi oleh pelajar Indonesia. Tidak ingin kalah dengan teman-teman pelajar dari Indonesia, bebeapa pelajar asing yang tergabung dalam BSBI pun turut menyumbangkan 3 tarian Aronda, Kapasar, Ning Ben Kacong. Suasana semakin hangat saat di tengah-tengah acara, rombongan Seiya, Okazaki, Walikota Kochi turut hadir dan langsung mengambil tempat dekat dengan Ibu Risma, Walikota Surabaya. Di akhir acara Walikota Surabaya dan Walikota Kochi berkenan berfoto bersama seluruh pengisi acara. 
Festival Remo dan Yosakai
Esok paginya (8/7) Taman Surya menjadi jauh lebih ramai dari pada semalam. Bila pada malam sebelumnya didominasi oleh tokoh-tokoh dan pejabat, pagi itu balaikota mendadak menjadi sebuah tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh warga Surabaya. Nampaknya antusiasme warga ini untuk menyaksikan Festival Remo dan Yosakai. Festival yang diikuti oleh 38 peserta ini diawali dengan sambutan oleh Walikota Kochi,  Seiya, Okazaki yang mengutarakan kegembiraannya atas diadakannya Festival Tarian tradisional Kochi. Hanya bedanya di Kochi, Jepang, Tarian ini biasanya dibawakan pada malam hari, karena Yosakai sendiri berarti 'datanglah pada malam hari.' Setelah memberikan sambutan, Seiya Okazaki dengan didampingi oleh Walikota Surabaya, Ketua Yayasan Hubungan Sister City, Wakil ketua DPR Jepang dan Konjen Jepang berkenan membuka Festival ini dengan mengajak para peserta membunyikan naruko (properti tari yosakai). Festival ini sendiri dibagi dalam dua kategori. Kategori pertama berisi sepuluh kelompok yang berisi anak-anak. Sedangkan pada kategori kedua yang merupakan kategori dewasa, oleh pelajar SMP, SMA, Mahasiswa bahkan kelompok ibu-ibu rumah tangga.
Setiap penari membawa dua Naruko untuk dimainakan dalam tari Yosakai.
Tarian Yosakai dimainkan banyak orang secara serempak.
Malam Penutupan
Seluruh Rangkaian Festival Cross Culutre akhirnya berakhir Rabu malam (11/7) masih dari Taman Surya, halaman Balai Kota Surabaya. Malam penutupan ini dihadiri lebih banyak tamu undangan yang hadir dari perwakilan negara sahabat yang kebetulan sepekan ini mengikuti pertemuan Citynet (Paguyuban kota kabubaten se-Asia Tenggara) di Surabaya. Malam penutupan Cross Culture 2012 diawali dengan jamuan santap malam bersama yang dikemas dalam tema Pesta Kebun di sekitar air mancur Taman Surya. Jamuan Makan malam menjadi lebih hangat dan akrab saat Bu Risma, Walikota Surabaya berjoget bersama diiringi alunan musik Poco-Poco. Penutup Cross Culture sendiri baru dimulai sesaat setelah jamuan makan Malam. Berbeda dengan malam pembukaan, Malam Penutupan kali ini banyak diisi oleh penampilan dari perwakilan negara yang turut serta dalam Festival tahunan ini. Diawali dengan dua lagu dari biduanita dari China yang membawakan dua lagu, malam penutupan ini menjadi lebih semarak. Selain membawa seorang penyanyi, kontingen dari China juga menyuguhkan permainan alat musik tiup Flute, dan seni beladiri Wushu. Tak mau kalah dari China, Kontingen dari Korea menyuguhkan tarian yang sangat indah. Kendati tarian yang ditampilkan durasinya cukup panjang, seluruh hadirin mampu dibuat terkesima dengan keluesan dan keindahan tarian yang disuguhkan. Di ujung acara, kontingen Indonesia benar-benar berhasil menutup seluruh rangkaian Festival ini dengan apik. Kontingen Indonesia menyuguhkan bermacam tarian yang dirangkai jadi satu kesatuan. Diawali dengan puluhanpelajar Sekolah Dasar yang menyuguhkan tarian Remo dan diakhiri dengan kesenian Reog Ponorogo yang dikolaborasikan dengan tarian modern  kemeriahan Cross Cultire Festifal benar-benar sampai pada puncaknya. Seseat kemudian Bu Risma berkenan naik ke atas pangung utama dan menutup seluruh rangkaian Cross Culture tahun ini. Bersama dengan seluruh pengisi acara, Walikota Surabaya mendendangkan lagu 'Surabaya oh Surabaya'.

Pangung Utama yang sangat Megah






CURICULUM VITAE
Nama                              : Andreas Benoe Angger Putranto
Tempat & tgl. lahir           : Surabaya, 25 Juli 1988
Pendidikan Akhir             : S1 Sastra, STFT Widya Sasana Malang
Alamat                         : Perum. Kosagraha,  Jl. Medayu Selatan XI/J-36, Surabaya
HP, e-mail                       : 083170125487, gendon_merto@yahoo.com
Status Perkawinan        : Belum Menikah














Riwayat Pendidikan Formal 
*2008 – 2012  : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang IPK 3.01
*2004 – 2007  : SMA Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang
*2000 – 2003  : SMP Katolik St. Carolus Surabaya
*1994 – 2000  : SD Katolik St. Carolus Surabaya

Non Formal
  • Kelas Persiapan Pertama Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang (2003-2004).
  • Tahun Orientasi Rohani Seminari Tinggi Interdiocessan Beato Giovanni XXIII, Malang (2007-2008).


Sertifikat dan Piagam Penghargaan 
  • Workshop Jurnalistik Dasar bersama KOMPAS, Magelang, 15-18 Desember 2004.
  •  Surat tanda Tamat Tahun Rohani
  • Pemateri Retret dan motivasi belajar siswa-siswi kelas VI SDK Bernardus Madiun tahun ajaran 2011-2012, Pacet-Mojokerto 9-10 November 2012.
  • Panitia Musyawarah Pastoral Keuskupan Surabaya “Merayakan Iman dengan membangun Persekutuan” Sasan Krida Jatijejer, trawas-Mojokerto 26-28 November 2009.
  • Pemateri Lincak Sastra, Apresiasi Seni dan Talk Show dengan tema “Apa Adanya; Ada Apanya?” di Seminari Tinggi Interdiocessan Beato Giovanni XXIII, Malang, Februari 2012.
  • Peserta Temu Unio Frater-frater Projo 2009 dengan tema “Metode Pastoral yang Mengembangkan Inkulturasi” Jogjakarta, 21-27 Juli 2009
  • Seminari Nasional Hari Studi XXXV STFT Widya Sasana “iman dan Pewartaan di Era Multimedia” Malang, 24 Oktober 2010.
  • Malam Pujangga 2012 “Keragaman Etnik Nusantara dalam Seni, Sastra, dan Budaya Indonesia” Universitas Negeri Malang, 3 Mei 2012.

Keahlian Komputer dan Internet
  •  MS Office (MS Word, MS Excel, MS Publisher, MS PowerPoint)
  • Corel Draw
  •  Photoshop Photo Editing
  • Ulead Video Editing
  • Admin akun Twitter Komunitas Pelajar Katolik SMA/SMK Negeri dan SMA/SMK Swasta non Katolik se-Malang Raya @paspelmalang.
  • Blog: www.omangger.blogspot.com


RIWAYAT ORGANISASI :

2003 – 2007: Seminari Menengah Mertoyudan.
  • Dewan Pendiri dan Redaksi Koran Sekolah JENDELA (2004-2007).
  • Percusionist PECANNISSO (Petrus Canisius Shymphony Orchestra, 2004-2007)
  • Konser dan Tour PECANNISSO, SAGKI (Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia), November 2005
  • Konser dan Tour PECANNISSO Gereja Katedral Bogor, November 2005
  • Konser dan Tour PECANNISSO Gereja Gedangan, 2006
  • HUMAS OSIS SMA Seminari Menengah Mertoyudan
  • Koordinator Bakat Minat OSIS SMA Seminari Menengah Mertoyudan


2008 – 2012  : Seminari Tinggi Interdiocessan Beato Giovanni XXIII.
  • Seksi acara dan MC Lincak Sastra 2008, apresiasi dan diskusi Seni “Tubuh dan Keindahan”, Desember 2008
  • Ketua Panitia Lincak Sastra 2010, apresiasi dan diskusi Seni “Melukis” , November 2010.
  • Ketua Panitia Lincak Sastra 2011, apresiasi dan diskusi seni “Bernyanyi”, Mei 2011
  • Ketua Panitia Lincak Sastra 2011, apresiasi dan diskusi seni “Aku Bawa Punyaku”, Oktober 2011.
  • Moderator dan pemateri Lincak Sastra 2012, apresiasi dan diskusi Seni “Apa Adanya; Ada Apanya?”, Februari 2012
  • Ketua Panitia Ulang Tahun ke 33 Seminari Tinggi Interdiocessan Beato Giovanni XXIII, Malang November 2010.
  • Ketua Panita Pertemuan Rutin Tahunan Paguyuban Frater Keuskupan Surabaya, Juni 2011


2008-2012: Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang
  • Divisi Kesenian BEM STFT Widya Sasana 2010-2011
  • Sie. Acara Penerimaan Mahasiswa Baru 2011-2012
  • Ketua Panita Malam Puncak Dies Natalis 39 STFT Widya Sasana
  • Pengurus BIDIK (Diskusi Ilmiah dan Forum Kajian Sosial) STFT Widya Sasana (2010-2011)
  • Pembawa Acara (MC) Dies Natalis 37 STFT Widya Sasana, Maret 2009
  • Pembawa Acara (MC) Dies Natalis 38 STFT Widya Sasana,Maret 2010
  • Pembawa Acara (MC) Dies Natalis 39 STFT Widya Sasana,Maret 2011
  • Pembawa Acara (MC) Reuni Akbar Dies Natalis 40 STFT Widya Sasana,November 2011


Karya Publikasi
  • Karya Tulis “Membuat Film Itu Asyik” SMA Seminari Mertoyudan, 2006
  • Seri Me and My Parents “Papa Galak Fans Club” Kanisius, 2007
  • Permainan LOGICO seri Pekan Suci, Kanisius, 2008.
  • Juara II Lomba Menulis Naskah Drama Radio “Uang Demi Keluarga Sahabatku” STFT Widya Sasana, 2009
  • Kontributor dan Layouter Buletin “Aggiornamento” Seminari Tinggi Interdiocessan Beato Giovanni XXIII (2008-2011)
  • Penulis Naskah dan Sutradara “Luka Untuk Sebuah Cinta”, Teater Mudika Janti, April 2010
  • Sutradara “Penjual Salib” Seminari Tinggi Interdiocessan Beato Giovanni XXIII, April 2012
  • Film Indie “Bulan Masih Tersenyum” Seminari Mertoyudan, 2005.
  • Film Indie “Lonely” STFT Widya Sasana, 2010
  • Film Indie “Selesaikan Foto Ini” STFT Widya Sasana, 2010
  • Arransemen lagu “Salam Damai” Seminari Tinggi Interdiocessan Beato Giovanni, 2010
  • Music Director “Malang-bro” GOWES, Februari, 2012.
  • Skripsi “Diam! Tenanglah!” Analisis Teks, Tafsiran dan Refleksi Teologis Mrk 4:35-41, STFT Widya Sasana, 2012.
Dapatkan Format PDFnya hanya di CV Angger Putranto




Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa saya mau mundur... mungkin banyak juga yang tidak tahu saya mundur.... bahkan mungkin banyak yang sok tahu alasan saya mundur... tulisan ini saya buat untuk berbagi kepada para sahabat sekalian. Juga sebagai bentuk pertangung jawaban atas dukungan yang telah Anda berikan selama ini.
Saya ga tau dari mana datangnya kumpulan orang yang sok tahu tentanng sebab-sebab saya keluar... ada yg bilang karena dihukum, karena nakal terus dikeluarkan, karena masalah cewe, karena masalah keluarga, dan karena-karena yang lain...


Para sahabat yang terkasih, 9 tahun saya hidup sebagai seorang seminaris (calon Imam). 4 tahun di Mertoyudan Magelang, 1 tahun di Tahum Rohani Celaket, dan 4 tahun terakhir di Seminari Tinggi Malang. Sayangnya semakin lama, panggilan yang saya hidupi ini tidak semakin mantab saya hidupi. Beberapa kali saya kepikiran untuk hidup sebagai seorang awam. Pikiran itu terus mengusik saya. Pikirian itu jelas menganggu ritme hidup saya di seminari. Saya pernah bertanya kepada 2 orang Imam yang cukup dekat dengan saya, Rm. Nano, Sj dan Rm. Koko, Pr. Saya bertanya “kapan romo benar-benar yakin dengan panggilan ini dan sama sekali tidak pernah kepikiran lagi untuk keluar?” mereka menjawab dengan kisah masing-masing dan dengan keterangan waktu yang jelas. Kemudian saya bertanya pada diri saya “Ngger kapan kamu mantab dan ga kepikiran keluar lagi?” tapi saya tidak menemukan jawaban itu.
Januari 2011


Dari dulu, penilaian banyak orang tentang panggilan ialah “Kalo kamu bahagia hidup di seminari, berarti kamu terpanggil!” Jujur, saya bahagia hidup di seminari. Sayangnya saya bahagia bukan karena saya akan jadi pelayan Gereja. Saya bahagia karena banyak orang yang mendukung dan memperhatikan saya. Saya bahagia karena kehadiran saya punya peran dan makna bagi orang lain. Akhirnya muncuk pertanyaan besar dalam hidup panggilan saya. “Ngger benarkah kamu bahagia saat kamu nanti jadi imam? Atau kamu cuma bahagia karena alasan-alasan dangkal tadi? Benarkah kamu bahagia saat harus hidup sendiri? Benarkah kamu bahgia bila kamu harus melayani umat di pedalaman desa sana? Benarkah kamu bahagia bila suatu saat kamu menghadapi konflik dengan umat yang kamu layani? Bagaimana kalo saat jadi imam ternyata kamu justru tidak ada yang memperhatikan, menghargai, dan mendukung kamu, apakah kamu juga bahagia? Ngger... kamu bener-bener bahagia menjadi seorang Romo, Pastur, Imam, gembala, Pelayan Gereja dan Umat Allah?” pertanyaan ini saya gumuli sepanjang 1,5 tahun terakhir. Dan akhirnya membawa saya pada jawaban.
1.      
Kebahagian yang selama ini ada dalam diri saya adalah Kebahagiaan Semu. Saya belum sampai pada taraf benar-benar ingin melayani Tuhan dengan sepenuh hati sebagai seorang gembala.
2.       Kurang lebih 2 tahun lagi saya ditahbiskan. Saya bisa terus di seminari, menahan sampai 2 tahun dan lalu saya ditahbiskan. Tapi... itu semua tidak menjamin saya menjadi mantab. Saya justru berpikir, bisa-bisa keraguan saya membuat saya mundur dari Imamat saya. Saya sangat menghargai Imamat, saya menaruh hormat yang sangat tinggi pada imamat. Karena itu saya memutuskan mundur saat ini. Saya tidak ingin lebih melukai Gereja, Umat dan Imamat. Saya pesan bagi mereka yang masih sedang dan akan menjalani imamat “Iki Imamat tjah... iki dudu Dolanan”

3.       Dalam doa, refleksi, permenungan dan dalam ekaristi yang saya sambut setiap pagi, saya selalu memohon agar Roh Kudus menuntun batin saya. Saya memohon kepada Allah sang empunya kehidupan untuk menunjukan arah hidup saya. Saya juga memohon kepada Yesus untuk senantiasa menemaniku dalam setiap langkah hidupku. Dan kepada Maria Bunda Gereja aku serahkan semua permohonan, suka duka, dan keluh kesahku. Hingga akhirnya Jumat dalam Oktaf Paskah, Saya bertemu dengan Uskup Surabaya Mgr. V. Sutikno, Pr untuk mengutarakan pergulatan panggilan saya. Saya melihat kekecewaan dari bapa Uskup... seseaat setelah saya memutuskan untuk mundur... Beliau terdiam, tertunduk, lesu, tanpa suara, hanya garukan kepala... saya tak berani angkat bicara... terdiam 5 menit hingga akhirnya beliau menghela nafas panjang... dan berkata “yo wes mas.... kalau itu sudah keputusanmu” Beliau nampaknya berat dengan keputusan saya. Sebelum saya mengungkapkan niatan saya untuk mundur beliau masih menahan saya, meneguhkan panggilan saya, meyakinkan saya untuk tetap setia dalam panggilan ini. Kebaikan bapa Uskup saya rasakan sampai saat ini, menyekolahkan saya, menghidupi saya, mendoakan saya dan yang tidak saya duga ialah Bapa Uskup mengijinkan saya menyelesaikan pendidikan saya sampai tuntas baru kemudian mundur untuk pamit dari panggilan ini. Trima Kasih bapa Uskup.


Para sahabat yang terkasih, ijinkan dengan segala rendah hati saya Andreas Benoe Angger Putranto mengucapkan:

Maaf, apabila keputusan ini menyakiti Anda sekalian, maaf juga bila dalam pelayanan saya selama ini kurang begitu berkenan, maaf bila selama ini yang nampak adalah Angger sebagai pribadi, bukan Angger sebagai seorang calon imam. Saya juga minta maaf, kepada Anda sekalian yang telah mendukung dan mendoakan saya selama ini, maaf karena saya tidak mampu lagi seperti apa yang Anda inginkan. Maaf bila saya dulu menjanjikan akan mengundang Anda untuk datang pada tahbisan saya :)

Trimakasih, atas dukungan dan doa Anda selama ini, trima kasih atas pengertian Anda atas keputusan yang saya ambil, trimakasih karena anda tidak percaya pada gosip-gosip murahan yang menyebarkan alasan saya keluar, terima kasih atas kepercayaan Anda sekalian untuk memberi saya kesempatan melayani dalam berbagai kesempatan, trimakasih atas persahabatan, perjumpaan dan kenangan yang sempat terjalin. Anda adalah Berkat dari Allah bagi hidup saya.

Mohon doa dan Dukungan, atas segala keputusan yang telah saya ambil. Mohon doa dan dukungan untuk hidup saya selanjutnya, mohon doa dan dukungan untuk kesehatan dan kesejahteraan sahabat-sahabat saya yang sampai saat ini masih berjuang dalam menanggapi panggilan Tuhan. Mohon doa dan dukungan Anda untuk keluarga saya yang mungkin akan kena dampak dari keputusan ini, semoga mereka dan saya tetap setia dalam karya pelayanan Gereja.

Sekali lagi : “Maaf, Terima Kasih dan Mohon Doa serta dukungan” dukungan nyata Anda adalah dengan mendoakan “Doa Calon Imam PS 183” sesaat setelah membaca ini :)
Besar harapan saya setelah ini tidak ada lagi yang sibuk mencari gosip atau alasan tentang saya keluar... sibuklah mencarikan pekerjaan untuk saya... Hehehe....

Pesan saya untuk kita semua.... Capek itu Biasa... kerja buat Tuhan itu Luar Biasa..... dan “jangan pernah berkata sulit, karena Anda akan kesulitan... jangan pernah berkata gampang, karena anda akan meremehkan.... tapi katakanlah BISA maka Anda akan meraih Sukses... karena SUKSES itu hak Anda” dan bagi para calon Imam... Seriuslah mengolah panggilan, mintalah pada Allah sang empunya panggilan agar Anda sekalian dimampukan untuk jabatan Imamat “Iki Imamat!! Dudu dolanan”

akhirnya dengan penuh syukur saya katakan Saya Bahagia Dengan Keputusan Saya

Salam, Doa dan Cinta
Angger Putranto

Sebelumnya maaf kalo omonganku rodo atos dan kasar
Iki jujur-jujuran ae... aku bru ja dipanggil Romo di Seminari gara-gara AKU SERING KELIHATAN DI PASPEL!! Romo manggil aku gara-gara ada seorang narasumber yang disembunyikan melaporkan hal tersebut. (ga penting narasumber’e sopo! Paling yo arek iku.. gara-garane arek iku lagi cedhek mbek romo.. arek iku lagi cedhek mbek romo dalam rangka keliling ke sekolah2)

Sek ta rek... kapan c aku ngetok ning paspel?? Sering ta?? Jancukkan tenan ancene?? Aku nang PASPEL iku yo pas retret gabungan kelas 1,2,3 di jedong, buyaran natalan, Tugas Koor nang ijen, Pengenalan PASPEL ke Mudika Banyuwangi. Tuaek.. sering ta??

Tak jelasno...
• Retret gabungan iku aku ngeterno Vera nang Jedong.. gara-garane vera brangkat malam, de’e ga wani.. yo tak terno to ya! Malamnya aku mau pulang tapi ditahan mbek arek2 PASPEL, besok paginya aku pulang, trus balik lagi nganter Fr. Paska pengen balajar Outbond, besoknya jemput Vera balik ke Malang
• Buyaran Natalan iku aku jemput nita, gara-gara nita tak suruh nemenin keluargaku.. ( ga usah mikir aneh2 soal aku mbek nita!)
• Tugas koor aku ma jemmy diminta bantuin tugas koor
• Pengenalan PASPEL Nita minta tolong dadakan untuk jelasin PASPEL ke MUDIKA banyuawangi, padahal aku waktu itu lagi ngasi materi di jaya giri... lagian pas itu dari paspel mek nita dewe.. dan nita minta tolong aku jelasin tulisanku ttg paspel yang tak bikin waktu pertemuan guru2 SMA

Sak ingetku mek itu thok aku ngethok nang PASPEL... nek ada lagi boleh tambahkan!! Jujur aja.. aku udah lama dger banyak orang ga suka aku ada di PASPEL... aku tau... aku merasa banyak anak yg lebih dekat dengan aku ma jemmy dari pada dengan frater2 yg sekarang... aku ngerasa hal itu ga baik buat adhek2 kelasku.. sebenre aku masih puengen deket mbek PASPEL... tapi suara2 itu bikin ga enak...

Aku juga minta maaf.. beberapa anak tak bohongi... sebenre aku ga pindah ke SBY!! Aku tetep di malang... itu tak lakuin utnuk mengurangi intensitas ketemu... bukannya aku ga senang nek kalian maen ke seminari... aku seneng bgt nek bisa dikunjungi mbek arek-arek PASPEL yang udah tak anggap Teman, adhek, dan saudaraku sendiri.... perlu diketahui.. setiap ada anak PASPEL dolan keseminari.. beuh.. suara2 iku marakke kupingku pengen tak cokot dewe... sekali lagi minta maaf, aku bohongi kalian...

aku jug aminta maaf.. mungkin ini bakal jadi masalah besar... ada 2 kemungkinan yang bakal terjadi dengan PASPEL:
1. ga akan ada Frater yg dikirim ke PASPEL
2 Frater yg dikirm ke PASPEL mulai tahun depan ialah Frater Tngkat IV (iku brarti angkatanku --> mugo2 aku maneh)
tapi kalo misalnya kemungkinan pertama yang terjadi.. sekali lagi aku minta maaf.. 'gara-gara mslh ini' PASPEL ga dapat frater lg! tapi percaya teman2.. ada ga ada Frater... PASPEL MASIH TETAP BISA JAYA!! AKU PERCAYA ITU!!

jujur aku jek Emosi... posisiku ini terpojok.. aku disalahkan!! aku disalahkan karena aku sudah ga di PASPEL tapi ijih sering ngetok nang PASPEL... Tuaek..tuaek... mosok ngono ae dadi masalah... Asu tenan!! Sing Lapor yo gatheli!! apa untungnya to??

Hey rek.. aku nang PASPEL itu bukan nyari Nama Besar apa lagi HARTA... Lapo se aku ngaboti PASPEL... lha PASPEL ljo ga bikin aku kaya atau miskin!! iyo nek tiap nang PASPEL aku disangoni Duit... Sumapha...sampai saat ini aku masiih ga tau mksudnya org yang lapor itu apa!! INTINE AKU LORO ATI

masalah ini ga cuma merembet di PASPEL... banyak yg bertanya kenapa Angger punya kenalan banyak MUDIKA, Anak KMK dan banyak kelompok2 di KEUSKUPAN MALANG!! padalah dia ANAK SURABAYA!! bukankah itu jatahnya FRATER2 MALANG?? deloken!! opo ga koyo taek a iku!! podo2 nglayani TUHAN koq yo punya pikiran saling serobot?? aku melayani PASPEL, KMK, MUDIKA itu untuk melayani tuhan.. bukan untuk ngambil jatah!! bukan utnuk mengeruk kekayaan!! Entuk piro se aku dari PASPEL?? aku dibayar mebk PASPEL lho tak balikno maneh!! Pernah ta aku mematok harga untuk pelayananku?? brapapun dikasih itu lho tak terima!! dan ga pernah ngedumel!!

SUMPAH... NEK CARA PIKIR SEMINARI dan GEREJA MASIH SEPERTI INI SAYA MERASA TIDAK RUGI UTNUK MUNDUR DARI PANGGILAN MENJADI SEORANG IMAM!!

sebelumnya saya minta maaf.. sekali lagi minta maaf yang sedalam-dalamnya... malam ini saya mersa bahwa Pengenalan PASPEL ke Mudika Banyuwangi merupakan peristiwa saya terakhir bekerja untuk KEUSKUPAN MALANG... Ga Sudi aku dijaluki tulung PASPEL, KMK, PAROKI, MUDIKA se keuskupan MALANG nek masih kaya gini caranya!! AKU MELAYANI TUHAN TAPI DIBALAS DENGAN SEPERTI INI!!

ini bukan kesalahan teman2 sekalian... mungkin ini memang kesalahan saya... tapi saya rasa saya harus tau apa maksud orang yang melaporkan saya pada pihak seminari.. say amenulis ini bukan utnuk membuat PASPEL bergejolak... kalau kalain ingin mengatakan saya LEBAY.. silahkan.. tapi inilah ungkapan hati saya.. saya Frater yang punya perasaan!! NIAT TULUS SAYA UNTUK MELAYANI TUHAN DAN MENCINTAI KALIAN DIBALS DENGAN PELAPORAN!

Terimakasih udah menyempatkan membaca Isi hati saya...

Salam, doa dan Cinta
dari Sahabatmu
Angger

Keplengkang...
Sebuah pengalaman yang menarik, mengusik, asik, menggelitik... dan itulah yang aku rasakan sejak 2 Juni sampai saat ini... berjalan dalam dua jalur berbeda. Memaksakan terus untuk ada dalam dua jalur yang jelas-jelas punya arah yang beda... dan yang ku dapat? asik, mengelitik, mengusik, menarik dan mengusik...

Entah bagaimana Anda menanggapinya namun inilah realita yang terjadi pada diriku. Aku Seorang frater dan aku berpacaran. Aku membangun relasi dengan seorang wanita. Cinta itu memang anugerah. Cinta tidak bisa ditolak. namun statusku sebagai seorang frater mewajibkan aku untuk menahan hasrat itu. Dan dengan tegas diminta untuk mengatakan 'Stop! jangan diteruskan' bila rasa itu mulai muncul. Nyatanya? benar yg diikatakan Kitab Suci bahwa cinta itu bis amenghanguskan Rumah!! Kekuatan cinta itu sangat besar... Sungguh amat sangat besar... hingga akhirnyapun aku tak mampu membendungnya! aku tak mampu mengatakan Stop! aku justru mempersilahkannya masuk dalam kehidupanku.
ada banyak pristiwa yang dialami selam itu... teramsuk pristiwa yang mengharuskan kami untuk pisah... namun teta
p tidak bisa... dan kami waktu itu yakin tidak akan pernah bisa.... perkelahian dari yg spele sampai saling memaki tetap tidak bisa memisahkan.... dan puncaknya malam ini.... buakn karena perkelahian.. bukan karena tidak cocok.. bukan karena tidak sayang... tapi kaena kami tahu ini yang terbaik... berkali-kali pristiwa seperti ini terjadi.. menyakitkan tapi tokh akhirnya nanti kembali lagi... namun tidak untuk kali ini... kami tegas mengatakan.. it's all! ini akhir dari semuanya... sudah cukup pristiwa pahit ini terulang... ini terjadi, harus terjadi dan pasti terjadi... we know that!

Berat memang ngelepasin... tapi ini yg terbaik... demi masa depan masing-masing! Demi keluarga masing-masing. kami berani mengatakan untuk STOP! back to the rigth way!! bagi aku pribadi apa yang aku alami selama ini bukanlah kegagalan... ini sebuah pembelajaran yang amat sangat berarti... bagiku ini bukan kegagalan... Be a mature dude!! satu hal yang aku rasakan saat ini... aku bangga bisa mengenalmu, bisa mencintai dan dicintai.













di tulis oleh: Bertha Santi, Mudika GYB yg menjadi saksi mata


Berikut ini kronologi terbakarnya Gerja Gembala Yang Baik (GYB) Surabaya, langsung dari sumber saksi mata pertama, tajam dan terpercaya...

Sekitar pk 21.00, sesaat setelah Misa rabu abu yang kedua baru aja kelar. Koster GYB (mz cahyo) teriak keluar minta tolong krn slh 1 lampu halogen (sblh kanan atas dpn tmp koor) korslet. cahyo berusaha memadamkan api dr atas samping (jalan di tembok) ternyata tabung yg dibawa cahyo isinya cm tinggal sdkt. Gas habis & api mulai mngecil,tp tyt berapa menit kmdn api mulai membesar sementara petrus (Koster) b'usaha ngirim tabung pemadam lg. Krn smkn besar cahyo turun.

Ditengah kepanikkan itu, orang2 yg stlh misa msh ada ddpn greja (tmsk aq) & stlh cahyo teriak mnt tolong, lgsg berhamburan, trs berusaha menghubungi pastor kepala & PMK, mencari bantuan. Ketika org2 & PMK(1 unit dr rungkut) mulai berdatangan, kami mulai sebisa mungkin menyelamatkan barang2 yg terbuat dr kayu.

Saat itu api sudah semakin besar, lbh besar dr foto yg aq upload.foto yg aq upload itu,PMK blm dtg.
sekian menit 1 unit PMK berusaha madamkan api, PMK lain dr pasar turi berdatangan (jmlh PMK yg dtg sktr 3-4 unit). sejak itu TKP diambil alih sm PMK.

Aq ga lihat jam...g tau brp lm(ckp lama) kmdn api mulai bisa dikendalikan.& pelan2 mulai padam.

Saat panik....romo kepala berusaha mencari tau dg cara manjat bangunan samping (balai paroki) sampai seberapa besar api merambat diatap. para pengurus gereja pun mulai berdatangan.

Dari keadian itu masih ada sisi baiknya...untung kebakaran terjadi setelah gereja kosong, ga bisa bayangkan klo kebakaran tjd wkt misa msh berlangsung.untung bangunan gereja GYB sdh diasuransikan,jadi ga kluarin byk banget biaya dr kantong gereja.

Utk dketahui, dulu (lupa waktu tepatnya), Sakristi GYB terbakar habis.& ini adalah kejadian yg kdua.
dari kejadian ini....dari status2 yg aq baca...terlihat... banyak umat yg sedih & semakin cinta sama GYB meski sdh pindah domisili.

Buat teman2 yg masih berdomisili GYB...yuk kita kerjasama menjaga RUMAH BAPA dengan masih setia menjadi umatnya dGYB. dari memiliki rasa yg dalam terhadap GYB, maka perhatian pun semakin mengalir banyak kembali di tempat awal mula terbentuknya iman katolik sebagian umat GYB. dengan mengalirnya perhatian,maka pengurus gereja pun tidak bekerja sendiri dalam melayani.

Pagi ini (18 feb'10)... orang2 mulai membersihkan puing2 semalam... semoga kejadian ini jadi pelajaran besar buat kita semua khususnya tentang perlistrikkan.


Fr. Angger:
Gereja GYB.. ga mungkinlah aku lupa ama gereja itu..gereja yg pertama kali mengenalkan aku akan panggilan menjadi seorang Imam... dari GYB aku mengenal Figur Imam... dari GYB aku mendapatkan pendampingan untuk menjadi seorang Imam... dari umat GYB aku mendapat doa dan Dukungan... GYB hati dan Panggilanku kupersembakan untukmu!!

Thx bwat Mba Bertha yg udah berbagi Posting!!


Kamar, bukan hanya sebuah ruangan. Kamar, bukan juga sebuah wilayah kosong yang dibatasi dengan tembok di keempat sisinya. Kamar lebih dari itu. Kamar itu merupakan rahim bagiku. Di dalam kamar, aku bisa tumbuh dan berkembang. Dari dalam kamar, aku bisa lebih mengenali diriku lebih dalam. Dari dalam kamar, aku bisa bertemu dengan Tuhanku. Kamar tempatku melampiaskan segala gairah, lampiaskan luapan gembira, tempat merasakan kedalaman jurang kedukaan...


Benar kata Mgr. Sutikno, Uskup Surabaya... bahwa penting jika Kita ialah mengusahakan kerasaan di kamar... entah itu kamarmu kotor atau bersih... acak-acakan atau tidak, itu ga masalah... mau slimutmu bau, bantal ga pernah dijemur..tapi bagaimanapun Kamar ialah rahim... tempat ternyaman sedunia...


Kamar itu duniaku... tertawa dan sedih bersama kamar... Aku temukan Tuhanku dalam kamar... aku temukan jiwaku dalam kamar... aku temukan keluargaku dalam kamar... kamar benar-benar nyaman...



Tulisan ini dibuat krn banyak yg tanya apa sich isi kamar seorang frater. Nah ini dia Isi kamar Fr. Angger.


Rak Meja: isinya buku2, dari buku pelajaran mpe novel-novel . Dulu sempat ada aquarium... egh ikannya pada koit semua. Ada lampu belajar, ada Laptop ilegal (ssstt....), ada 2 botol minum, ada snack. Dan yang ga mungkin hilang dari sana, Rokok dan Kopi..


Kasur: kendati agak berantakan, tapi kasur ini bener2 nyaman. Jangan harap bisa melek lebih dari 1 jam di atas kasur. Ada bantal dan guling, bantalnya ada dua, yg satu ada sarungnya satunya telanjang...awkkawwak. Ga lupa selimut yg bikin anget ...


Meja Doa: Meja Doa ini letaknya nyambung ama kasur. Jadi antara bagian belakang lemari pakian dan kasur, ada meja doa. Isinya? Ada Brevir (buku doa ibadat harian), ada Puji Syukur (bwat doa Novena 3 kali salam maria dan doa untuk calon imam, PS 183). Biar kalo doa sperti ngobrol ma Yesus, aku pasang gambar yesus yg cukup besar. Dan biar sedikit religius aku tambahkan salib dan Lilin. Biasanya ada kertas di sana, guna menulis orang-orang yang minta di doakan...



Cermin Rupawan: nah cermin ini juga pribadi yang setia melaksanakan tugasnya sesaat setelah aku mandi. Ia memantulkan wajah segarku setelah mandi, guna mengecek apakah aku tetap rupawan? Oleh karena itu namanya cermin rupawan. Si cermin tidak sendiri, ia ditemani Rexona V8 for Man, ada juga pisau cukur guna merapikan rambut yg sulit berbaris... juga beberapa parfum ‘Sukron’. Parfum bibit yg dibeli dipenjual Arab.

Karpet Ajaib: karpet ini berwarna biru, cukup tebal. So, cukup sulit membersihkannya (alias agak kotor..halah..). Di atas Karpet ini baiasanya aku menerima tamu (teman-teman yang main ke kamar). Di atas karpet? Wow ada Jimbe, alat musik ritmis ini setia menemani tanganku yg gatal untuk berkreasi. Selain Jimbe yang setia masih ada Rokok dan alat linting Rokok yang juga setia pada tempatnya. Nah kalau meja kacil itu khusus bwat belajar dan nulis Refleksi. So, belajar sambil lesehan, nikmat sekali!!


Jendela agenda: ini dia jendela agenda, aslinya ini jendela kaca yang transparan. Tapi jelek kalo dibiarkan begitu saja. So, tempeli aja kertas Mas warna silver, dan Simsalabim dia berubah menjadi serupa whiteboard yang bisa untuk menulis agenda2 tiap bulannya


Kira-kira seperti itu kamarku. Tempat ternyaman Bagiku belum tentu bagimu. Kamarku rahimku!! Nyaman baget!! Kamarku Duniaku, akulah sang penguasa Dunia!!


Nb:
Sewa kamar perhari cuma 10rb udah plus Breakfast... kwakawkawk



BONEK ATAUNIKEN

Bener-bener kaget waktu saya baca wallnya Niken, teman deket waktu SMP di Carolus Surabaya dulu... cewe pecinta warna ungu itu skrang udah mulai jadi sukses...( wkwkwk ukuran sukses bukan berarti dy bisa masuk TV dink...) niken yg aku kenal mmg punya bakat di Broadcast... dulu kita pernah nge-MC bareng waktu acara sekolah... sering jalan bareng... bahkan sering kabur bareng waktu les... awkawkwak... tapi sekarang udah jarang ketemu Niken (yg sok artis itu...wkwkwk) terakir ketemu dia Natal 2006..terakir ngeliat dia secara ga langsung di Indosiar waktu dia jadi hostnya mimbar pagi... dan terakhir tahu kabar ttg dy waktu baca berita bahwa dia jadi korbanya BONEK....

Jujur saya akui saya orang surabaya... dan saya Bonek Mania... tapi saya bukan termasuk Bonek yang suka kerusahan... ga semua bonek kaya gitu... tapi sekarang saya mengalami krisis keprcayaan ama BONEK... udah dikasih hukuman ga boleh ikut klo Persebaya tandang egh..maksa ttp ikut... parahnya lagi yang jadi korban kerusahan bonek itu teman dekatku... klo kalian baca nama PRISCA NIKEN, itu dia teman saya... saya memang bonek..tapi klo gini ceritanya saya juga ga terima teman saya jadi korban...

coba baca berita tentang bonek yang menciderai sahabat saya di:
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/24/brk,20100124-221099,id.html
atau
http://www.detiknews.com/read/2010/01/24/233235/1285071/10/lewat-yogya-bonek-tiarap

bahkan jadi headline nuews di semua Koran di Indonesia... ternyata BONEK membuat NIKEN jadi BEKEN....

jjiaaahhhh........ seru ndesh..kuliah pertama... mengawali hari-hariku kuliah dengan berjalan kaki ke kampus sekalian program GO GREEN!! awkawkawk.... Kalo boleh jujur awalnya males kuliah... pigninnya masih kaya jaman liburan... pagi-pagi, ngopi, baca koran, rokokan, buka internet, nonton TV, SMS'an... arrrgghhh Ennaakkk tenan!! tapi sadar kehidupabku ttp harus berjalan... ga mungkilah aku nikmatin gaya hidup liburan terus... gw lanjutin crita ttg kuliah hari pertama ya...

Sampe di kampus...dg gaya sok akrab hampir setiap ketemu orang lgs gw salamin... "met natal tahun baru..." awkawkawk paling tidak mereka akan membatin "oohh...anak ini ramah sekali..." yyeeaaaahhh.... paling tidak memberi sapaan kepada orang akan membuat orang itu merasa tidak sendirian.... ya ga?? acara selajutnya ialah gangguin orang yang lagi pada sibuk liat nilai ujian... gw paling males klo liat keributan gara-gara harus desel-desalan berebut liat nilai... lebih sebel lagi liat orang yang udah liat nilainua tapi ttp ga mau pergi... napa juga orang kaya gitu ya?? mungkin dia berharap nilainya yag tadinya C bisa berubah jadi A... ngayal sich tapi itu kenyataannya... lha udah liat nilainya ndiri ttp aja mangkal di depan papan... gantian ma temnnya napa?? sebel bgt... trus yg gw lakuin apa waktu itu?? Gw sengaja bikin chaos... dengan mendorong-dorong barisan belakang... kadang ampe bikin orang terjungkal....awkawkawkwa PUAS rasanya!! Sadar akan tersiksa kalo memaksa ngliat nilai sekarang, gw milih becandaan ama teman-teman di Kelas... liat nilainya ntar aja kalo udah jam pelajaran... pura-pura pipis dan.... liat nilai sepuas puasnya!! awkawkawkwa dan hasilnya

  1. Eks. KSPL Pentateukh : B -
  2. Moral Fundamental : B +
  3. Filsafat India : B +
  4. Seminar Filsafat : A -
  5. Patrologi : B -
  6. Sosiologi: B
  7. Metafisika: B -
  8. Kristologi: B
  9. Sejarah Gereja: B

Kegilaan hari ini ga cukup sampai situ... karena kuliah pertama, kuliah hari ini cuma diisi kontrak perkuliahan. Alhasil pelajaran yg harusnya 2 jam hanya diisi 1 jam aja.... trus ngapain?? nah sebagai mahasiswa yg cukup narsis yg terjadi ialah foto-foto bareng teman-teman... cukup menjijikan memang tapi itu lah kegilaan yang menggembirakan....yyeeaaahhh...

Puas bwat hari ini... thx God bwat pengalaman hari ini....

Jait...lara ati aku moco koment’e arek iki... iki koment’e P**y arek SMA 8. Dy koment status d FBq. Awalnya aku nulis status “Menggila bersama PASPEL....” di FBq. Itu hari kamis, beberapa saat sebelum kita gladi bersih bwat nyiapin acara Natalan…nah berikut ini dialog antara aku dan P**y di FBq… kata-katanya asli tanpa di edit..saya hanya menghilangkan koment dari pihak2 lain…



Menggila bersama PASPEL….


P**y: yo gto gk ngajak.

Aku: kmu khan ujian P**... tokh juga kami ini mempersiapkan untuk menghibur teman2 SMP dan SMA..termasuk kmu to??

P**y: benarkah cmua itu ter?? tidakkah itu hnya teruntuk org2 trtntu aja? ? krn aq blm mraskn kalo itu bwd aq juga.

Aku: kmu belum merasakan kegembiraan bersama kami kemaren?? oke P**!! kmu bakal dapat kegilaan kalu kamu mau aktif di PasPel... maen2 ke Bethek.. aku sering mangkal di Komisi Kepemudaan... aku siap degerin curhatanmu di sana...

P**y: Gk i ter,,,aq blom ngrasain kgmbraan sprt y d gmbar/o in k cmua org. saiankx kgmbraan yg kalian px gk bs d tularin k cmua org yg d sktr,cmua mci mntup mata bwd org yg bahkan d sampingx.Tp aq blm punya alasan yg kuat bwd k komkep,cz au blm siap juga bwd jd org bego kaiag org jualan kcg yg gk d gubris.

Aku: Omonganmu Atos p**... tapi trimakasih atas semua kritiknya... saya mewakili PASPEL juga minta maaf klo belum bisa mendampingi teman2 SMA sesuai dg yg diharapkan... moga kalo kmu mau aktif di PASPEL, PASPEL bisa Jauh lebih baik...

P**y: mf ter,tp emank ini au,au gk mau kakean bsa/i, au yo pgen paspel maju,makane au ngmng ngene,,,seng laen mngkin gk isa ngmng,mrk mek diem thok,tp aq pgin paspel iu gk onok blok,sekat2an brg,aq pgen paspel yo koiog kel q dwe ter.

Aku: wkwkw...santai p**... aku terima semuanya koq..kmi justru butuh orang2 kaya kmu yg brani omong kaya gitu.. thx bwat masukkannya... klo boleh tahu blok2an itu antara apa dan apa?? apakah antara pendamping dan teman2 SMA? atw antar SMA? atw antar yg lain??

P**y:aq ues coba cr halus,aq mes diem,tp gk efek,makane au gae cr blak2an. mslh blok,senior mbeg junior ter,trs ark e brg yo ngunu. Aq wegah leg d dadekno posisi sala trs,aq y pingin org2 iu ngrt posisi q,leg aq yo bnr,aq due alesan d styp tndkan q,gto juga cmua tmn2 q d sma 8.

Aku: siapa yang menyalahkan kamu p**? klo boleh jujur... aku malah punya kedekatan lebih ke anak2 SMA 8 dari pada dg yg lainnya... aku lebih dekat ma kamu dan teman2 dibandingkan dg anak SMA lain... Aku bangga pernah kenal dan pernah dampingi kamu pep...

P**y:Mkc ter,,,tp org2 blge qta ank sma 8 mlempem gk iso nerusno koiog k2 e taun2 sblm e,gk tau aktf,dtnjuk gk gelem dadi panitia,kakean alesan,tp kate piye? scl yo jdwl e sampe jam 3 bendino,kegiatan akeh,trs qt mst gmn?sec paspel keg jam siank2,qt yo mst les,sala t leg qt gk bs dtg? aq tx prkmbgn paspel gmn,sms k maz2 e yo gk dblz,ndek fb gk dreken,y ues qt jug gk mo trllu ngoyo ter,qt jug cpk wisan.

Aku:iya..iya.. kami mmg perlu membenahi paspel... kepengurusannya Mba Nita yg baru dimulai setelah ret2 kmrn bakal banyak melakukan pembenahan.... dulu kami hanya kumpul wkt mw ada acara...tp skrg kmi udah punya susunan organisasi yg jelas... dan pembagian tugas serta rangkaian kegiatan yg menarik... mohon dukungan dan doa aja ya pep...

P**y:Pst tag dukung,,,smg ae skrg uda bnr2 gk kaiag dl,cz au y pgen paspel iu apik,maju,dipingini ark2 kota ngalam.

Aku:Syip... Viva Paspel dan pelajar katolik Kota Ngalam!!


Jujur… agak sakit hati baca komentnya P**y… sakit… aku udah mati-matian mencurahkan pikiran, tenaga, perhatian, waktu, batin, bahkan material bwat PASPEL… tapi koq dapetnya koment kaya gitu ya?? Aku kurang apa coba??

Apakah itu hanya dirasakan ama P**y? Atw jgn2 malah dirasakan oleh banyak anak2 SMA yang kami damping… Paspel kurang apa coba?? Banyak teman2 di Paspel juga sudah mengorbankan banyak hal… liat itu Brian, Nita, Berna, dan teman-teman PasPel yang lain… banyak yg mereka korbankan… bahkan lebih banyak dari pada yg aku korbankan… apakah itu masih kurang?? Anak2 SMA itu maunya apa to?? Apakah ini berarti kami gagal??

Ya Tuhan… bantu kami Tuhan… bantu anak2 PASPEL untuk kemajuan kami ke depan… kami ini kerja bwat Engkau lho Tuhan… mosok Engkau membiarkan kami seperti ini…bulan ini aku memasuki 6 bulan terkahir bertugas di PASPEL… Jujur..aku udah merasa menyatu dg PASPEL… mereka udah kaya keluargaku ndiri… koment dari P**y merupakan sentilan bwat keluargaku… aku janji Tuhan… aku mau berusaha mati-matian demi perkembangan PasPel…Ayo PasPel Jayalah….

About this blog

Nah... Hari ini akan menjadi hari terhebat bagi Anda dan saya. Koq bisa? ya karena hari ini Anda telah membuka Blog saya. Saya percaya, Anda akan mendapat rahmat setelah membuka blog saya. Paling tidak itulah kebiasan saya, mendoakan orang yang mengunjugi blog saya. Selain itu kesediaan Anda membuka blok ini membuat saya bangga karena suara dan kata-kata saya dibaca orang lain....

Labels

Bolo-boloku...